Notification

×

Iklan

Iklan

Dirres PPA-PPO Polda Sulsel Jenguk Siswa SMKN 5 Takalar Korban Dugaan Penganiayaan

8/12/26 | Rabu, Agustus 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-12T10:31:51Z

Dirres PPA-PPO Polda Sulsel Jenguk Siswa SMKN 5 Takalar yang Jadi Korban Dugaan Penganiayaan

TAKALAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Kepedulian terhadap korban kekerasan di lingkungan pendidikan ditunjukkan Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sulsel.

Direktur Reserse PPA-PPO Polda Sulsel Kombes Pol Osva, S.I.K., M.Si., bersama jajarannya menjenguk MSA (15), siswa SMKN 5 Takalar yang menjadi korban dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam.

Kunjungan tersebut berlangsung di Ruang Flamboyan Kamar 3A RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Takalar, Rabu (12/8/2026).

Kedatangan Kombes Pol Osva disambut keluarga korban. Rombongan turut didampingi Kasat Reskrim Polres Takalar IPTU Hariyanto, KBO Reskrim, Kanit PPA Polres Takalar Ipda Syaiful, serta pihak rumah sakit dan tenaga medis.

Dalam kunjungan tersebut, Kombes Pol Osva menyerahkan bantuan kepada keluarga korban berupa sembako, alat tulis, uang tunai, dan mainan.

Keluarga korban mengapresiasi perhatian dan kepedulian jajaran Polda Sulsel terhadap kondisi MSA.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian dan empati kepada keluarga kami yang menjadi korban penganiayaan oleh temannya sendiri,” ujar keluarga korban.

Kombes Pol Osva mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian kepolisian terhadap anak yang menjadi korban tindak pidana.

“Memang ada perlindungan terhadap anak terkait kasus pidana terhadap anak. Dalam hal ini, yang kami kunjungi adalah korban dalam kasus tersebut,” kata Osva.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu korban selama menjalani perawatan sekaligus mendukung kebutuhan belajarnya.

“Hari ini kami menyerahkan bantuan berupa sembako dan alat tulis yang mendukung proses belajar mengajar, uang tunai dan mainan,” ujarnya.

Selain memberikan dukungan kepada korban, Osva mengimbau para pelajar di Kabupaten Takalar untuk membangun pergaulan yang sehat dan menghindari konflik antarsiswa.

Menurutnya, perselisihan, perundungan, maupun konflik antarpelajar dapat berdampak serius terhadap diri sendiri dan mengganggu proses pendidikan.

“Kami menyampaikan kepada anak-anak di Kabupaten Takalar supaya bisa bergaul dan bersosialisasi dengan baik sehingga tidak menimbulkan konflik. Kalau sudah berkonflik, tentu merugikan diri sendiri dan mengganggu proses belajar,” tuturnya.

Osva berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia mengajak para pelajar menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi dan cara-cara yang baik.

Kasus Masih Ditangani Polisi

Sementara itu, kasus dugaan penganiayaan terhadap MSA masih ditangani Polres Takalar. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa sebilah parang yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut.

Peristiwa itu terjadi di SMKN 5 Takalar pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 07.15 Wita. MSA, siswa kelas X TSM, diduga diserang teman sekelasnya berinisial RP (15) menggunakan senjata tajam di dalam ruang kelas.

Kepala SMKN 5 Takalar, Syarifuddin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban dan terduga pelaku merupakan teman sekelas.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek pada tangan kiri setelah diduga berusaha menangkis sabetan senjata tajam. Korban kemudian mendapat perawatan medis sebelum dirujuk ke RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Takalar.

Syarifuddin menjelaskan, dugaan penyerangan tersebut diduga berkaitan dengan persoalan sebelumnya. Sehari sebelum kejadian, Senin (10/8/2026), RP disebut sempat terlibat dalam insiden pengeroyokan saat pulang sekolah.

MSA diduga termasuk siswa yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Perselisihan itu kemudian diduga berlanjut hingga keesokan harinya.

“Korban yang diparangi hari ini merupakan salah satu yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap pelaku di luar sekolah. Kemungkinan pelaku merasa sakit hati sehingga terjadi aksi balasan. Sebelumnya juga ada persoalan saling membully di antara mereka,” jelas Syarifuddin.

Polisi masih melakukan penanganan dan pendalaman untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa serta latar belakang dugaan penganiayaan tersebut.

(Muhammad Rizal)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update