Polres Takalar Edukasi Siswa SMAN 3, Dorong Pelajar Bijak Hadapi Era AI
TAKALAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Kepolisian Resor Takalar membekali siswa SMA Negeri 3 Takalar dengan pemahaman tentang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Edukasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital sekaligus mendorong pelajar menggunakan teknologi secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.
Kegiatan dipimpin Kabag SDM Polres Takalar AKP H. Totok Rohyadi, didampingi Kasat Intelkam AKP Andi Abdullah Aidid, S.H., M.M., Kanit PPA Ipda Syaiful Madjid, S.H., M.H., serta personel Bag SDM dan Binmas Polres Takalar.
Di hadapan para siswa, jajaran Polres Takalar memperkenalkan perkembangan AI, cara pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari, hingga berbagai risiko yang perlu diwaspadai di ruang digital.
Para pelajar juga mendapat pemahaman mengenai manfaat dan dampak negatif penggunaan AI, termasuk pentingnya memverifikasi informasi yang diperoleh melalui internet dan media sosial guna mencegah penyebaran hoaks.
Polres Takalar mengingatkan agar AI tidak digunakan sekadar untuk memperoleh jawaban secara instan. Teknologi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, mengembangkan kreativitas, dan memperluas wawasan dengan tetap menjunjung kejujuran serta tanggung jawab.
Kabag SDM Polres Takalar AKP H. Totok Rohyadi mengatakan edukasi tersebut merupakan langkah preventif untuk membangun generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu mengenali berbagai ancaman di ruang digital.
“Pelajar merupakan generasi yang paling dekat dengan perkembangan teknologi. Karena itu, mereka perlu dibekali pemahaman agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara positif, aman, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan AI perlu disikapi secara bijak. Selain memahami manfaatnya, pelajar harus memiliki kemampuan berpikir kritis untuk mengenali potensi penyalahgunaan teknologi, manipulasi informasi, maupun konten yang tidak benar.
Polres Takalar berharap edukasi literasi digital, khususnya terkait AI, dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Takalar.
Dengan pemahaman yang baik, pelajar diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkan AI untuk mendukung proses belajar, mengembangkan kreativitas, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
(Muhammad Rizal)


