HUT Karang Taruna ke-66, Dinas Perikanan Barru Pamerkan Beragam Olahan Ikan
BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Beragam produk olahan hasil perikanan turut meramaikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Karang Taruna di Lapangan Sepak Bola Palanro, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sabtu (26/9/2026).
Dinas Perikanan Kabupaten Barru ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan memamerkan aneka produk berbahan dasar ikan dan rumput laut. Selain menjadi bagian dari perayaan HUT Karang Taruna, kegiatan ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi hasil perikanan yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Sejumlah produk yang ditampilkan antara lain abon tuna, kerupuk bantal rumput laut, sambal cakalang, jabu-jabu, ikan kering, dama tumis, dodol rumput laut, sarabba rumput laut, abon konya, selai rumput laut, hingga nugget udang.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru, H. Muhammad Ushuluddin, S.T., M.Si., mengatakan keikutsertaan dinasnya tidak hanya untuk memeriahkan kegiatan, tetapi juga memperkenalkan beragam inovasi pengolahan hasil perikanan kepada masyarakat.
“Kami hadir untuk memeriahkan HUT Karang Taruna ke-66 di Kecamatan Mallusetasi. Sekaligus kami memperkenalkan berbagai produk olahan dari daging ikan kepada masyarakat,” ujar Muhammad Ushuluddin.
Menurutnya, hasil perikanan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan hanya dipasarkan dalam bentuk segar.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa daging ikan dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi, sehingga bisa menghasilkan uang dan menambah pendapatan masyarakat,” lanjutnya.
Stan Dinas Perikanan pun mendapat perhatian masyarakat. Warga terlihat mendatangi stan untuk melihat berbagai produk yang dipamerkan, sekaligus membeli sejumlah jajanan olahan hasil perikanan.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Perikanan Barru berharap masyarakat semakin mengenal beragam produk olahan perikanan sekaligus melihat peluang usaha dari pengembangan hasil laut dan perikanan menjadi produk bernilai tambah.
(Darman)


