Notification

×

Iklan

Iklan

Maulid Nabi di Masjid H. Mappatunru Dg. Siantang, Jamaah Diajak Teladani Akhlak Rasulullah

9/06/26 | Minggu, September 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-06T14:01:55Z

Maulid Nabi di Masjid H Mappatunru Dg Siantang, Jamaah Diajak Teladani Akhlak Rasulullah

TAKALAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Pengurus Masjid H Mappatunru Dg Siantang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah/2026 Masehi di Dusun Salekowa, Desa Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sabtu (5/9/2026).

Mengusung tema *“Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Membentuk Pribadi yang Beriman, Berilmu, dan Berakhlak Mulia”*, kegiatan tersebut diikuti puluhan jamaah dan berlangsung dalam suasana penuh khidmat serta kekeluargaan.

Sejumlah tokoh dan unsur masyarakat turut hadir, di antaranya Imam Desa Sanrobone, Wakil Ketua Pembangunan Masjid, perwakilan KUA Sanrobone, Imam Dusun, Kepala Dusun, tokoh agama, tokoh adat, para guru parate, serta jamaah Majelis Taklim Raodatul Jannah dan masyarakat Dusun Salekowa.

Peringatan Maulid diisi dengan ceramah singkat yang disampaikan Sabir Dg Dato. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah menjadikan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Alhamdulillah, kita dapat berkumpul kembali dalam momentum ini untuk mempererat tali silaturahmi dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa meneladani Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan memperingati hari kelahirannya, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, seperti kejujuran, kasih sayang, dan sikap amanah.

“Marilah kita meneladani akhlak Rasulullah SAW dengan menerapkan sifat-sifat mulia beliau, seperti kejujuran, kasih sayang, dan amanah dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Dalam pelaksanaannya, peringatan Maulid di Sanrobone menjadi bagian dari tradisi keagamaan masyarakat yang telah berlangsung secara turun-temurun. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup oleh Anrong Guru Mokkinga.

Acara dilanjutkan dengan *akrate*, salah satu tradisi yang masih dipertahankan masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan. Rangkaian peringatan ditutup dengan pembagian telur Maulid kepada jamaah dan sesi foto bersama.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi momentum mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memperkuat nilai keagamaan, silaturahmi, serta semangat masyarakat untuk menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.

(Arfah)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update