Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Barru Gandeng NU Perkuat Pendidikan Keagamaan dan Penanganan Stunting

10/09/26 | Jumat, Oktober 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-09T12:38:21Z

Bupati Barru Perkuat Sinergi dengan NU, Dorong Penanganan Stunting dan Penguatan BTQ Pelajar

BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Barru dan Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat, mulai dari penanganan stunting, perlindungan perempuan dan anak, hingga peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an (BTQ) di kalangan pelajar.

Komitmen tersebut disampaikan Andi Ina saat menerima audiensi jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Barru. Dalam pertemuan itu, ia menegaskan bahwa organisasi keagamaan dan kemasyarakatan memiliki peran penting dalam mendukung program pembangunan daerah.

Menurutnya, NU merupakan salah satu organisasi yang telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Barru. Karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar program organisasi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Organisasi ini harus berjalan dengan baik. NU harus menjadi rumah bagi mereka yang mau bersama-sama membesarkan NU dan memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat,” tegas Andi Ina.

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Barru terbuka terhadap kolaborasi dengan NU, terutama dalam pelaksanaan program yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Silakan jalankan program-program kita. Insya Allah kekuatan dari pemerintah akan ada bersama kita,” ujarnya.

Dorong Peran NU dalam Penanganan Stunting dan Perlindungan Perempuan-Anak

Dalam pertemuan tersebut, Andi Ina secara khusus mendorong Muslimat NU mengambil peran lebih besar dalam membantu menangani persoalan perempuan dan anak.

Menurutnya, kompleksitas persoalan yang dihadapi kelompok tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, dan masyarakat.

“Masalah perempuan dan anak begitu kompleks. Tidak mungkin saya sendiri yang bisa menyelesaikannya. Tentu dengan banyak tangan dan pikiran yang ikut bersama-sama, hasilnya akan lebih maksimal,” jelasnya.

Salah satu program yang dinilai membutuhkan kolaborasi berkelanjutan adalah penurunan angka stunting. Melalui keterlibatan organisasi yang memiliki jaringan hingga tingkat masyarakat, upaya edukasi keluarga dan pendampingan warga diharapkan dapat berjalan lebih luas.

Andi Ina berharap Muslimat NU bersama badan otonom NU lainnya dapat menjadi mitra pemerintah dalam mengawal program-program yang menyentuh kebutuhan keluarga, perempuan, dan anak.

Soroti Kemampuan BTQ Pelajar Barru

Selain persoalan sosial, Bupati Barru juga menyoroti kemampuan baca tulis Al-Qur’an di kalangan pelajar. Ia menyebut hasil survei yang diterimanya menunjukkan kemampuan BTQ anak-anak Barru, khususnya pada jenjang SMA dan sederajat, berada di kisaran 50 persen.

Angka tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama, mengingat Barru selama ini dikenal memiliki tradisi pendidikan keagamaan dan pesantren yang kuat.

“Barru identik dengan pesantren, dengan Kota Santri. Tetapi ada hal yang sedikit mengganggu saya, karena tidak berbanding lurus. Kita Kota Santri, tetapi kemampuan BTQ anak-anak kita, khususnya tingkat SMA, masih berada di angka yang mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Andi Ina menilai penguatan kemampuan BTQ perlu dilakukan sejak jenjang pendidikan dasar, bukan hanya ketika anak memasuki SMA.

Karena itu, ia mendorong penyusunan program pembinaan yang berkesinambungan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat.

“Kalau mereka sudah kuat dari bawah, tentu persoalan seperti ini tidak akan terjadi. Berarti ada yang harus kita kuatkan dari bawah,” katanya.

Ia berharap NU dapat berkontribusi dalam merancang dan menjalankan program penguatan BTQ yang berkelanjutan, sehingga peningkatan kemampuan keagamaan pelajar dapat dilakukan secara terarah.

Bagi Andi Ina, kolaborasi pemerintah daerah dan NU tidak sebatas hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Barru yang berkarakter, religius, dan memiliki daya saing.

PCNU Barru Siap Bersinergi dengan Pemerintah Daerah

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Barru, Dr. Rasda Rais, M.P., menegaskan pentingnya menjaga hubungan harmonis dan sinergis antara NU dan pemerintah dalam menjalankan program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Dalam audiensi tersebut, Rasda didampingi Sekretaris PCNU Barru Sudirman Abdullah, S.Pd., M.A., Bendahara H. Nur Asmi, S.HI., serta sejumlah pengurus PCNU dan badan otonom NU.

Atas nama keluarga besar NU Barru, Rasda menyampaikan apresiasi kepada Bupati Barru yang telah menerima jajaran pengurus untuk bersilaturahmi dan berdialog secara langsung.

Ia mengatakan, hubungan NU dengan pemerintah memiliki akar sejarah yang panjang. Menurutnya, NU senantiasa mengambil bagian dalam perjalanan bangsa dan pembangunan masyarakat.

“Sepanjang sejarah NKRI, NU tidak pernah berpisah dengan pemerintah. NU harus selalu beriringan dengan pemerintah,” tegasnya.

Rasda menjelaskan bahwa NU memiliki tiga orientasi utama dalam pengabdian kepada masyarakat, yakni pendidikan, dakwah, dan sosial. Ketiganya menjadi landasan bagi PCNU Barru untuk berkontribusi dalam mendukung program pembangunan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya peran badan otonom NU, seperti Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU, dalam memperkuat kaderisasi serta memperluas jangkauan pengabdian organisasi.

“Badan otonom ini menjadi bagian dari tanggung jawab organisasi dalam melakukan kaderisasi pada setiap jenjang,” jelasnya.

Selain penguatan kaderisasi, PCNU Barru terus mendorong kegiatan keagamaan dan sosial untuk menjaga hubungan antara struktur organisasi dengan warga Nahdliyin. Pengajian rutin menjadi salah satu sarana pembinaan keagamaan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat kehidupan jamaah.

Rasda juga menyebut hasil Muktamar NU sebagai salah satu pijakan dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah di berbagai tingkatan, mulai dari desa dan kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga pusat.

“Ini merupakan amanah dari PBNU bahwa NU di semua jenjang kepengurusan tidak boleh berpisah dengan pemerintah,” tegasnya.

Kolaborasi untuk Kepentingan Masyarakat

Dengan dukungan struktur organisasi, badan otonom, dan basis jamaah yang tersebar di tengah masyarakat, PCNU Barru menyatakan kesiapannya menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi serta merumuskan program kolaboratif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui sinergi pemerintah daerah dan NU, berbagai persoalan di Kabupaten Barru diharapkan dapat ditangani secara lebih terarah, mulai dari penguatan pendidikan keagamaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga perlindungan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

(Darman)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update