Pemkab Barru Perkuat Penanganan Kekeringan, Distribusi Air Bersih Jadi Prioritas
BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Pemerintah Kabupaten Barru memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menghadapi kekeringan berkepanjangan akibat fenomena El Niño. Pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat menjadi salah satu prioritas utama, disertai kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi lainnya.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat lintas sektor yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Barru, Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., di Pos Komando Siaga Darurat Bencana, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barru, Senin (12/10/2026).
Rapat tersebut menjadi forum evaluasi kondisi di lapangan sekaligus membahas kendala penanganan dan strategi menghadapi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta angin kencang.
Andi Syarifuddin menekankan pentingnya koordinasi berkala antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait agar penanganan bencana berjalan efektif, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak musim kemarau berkepanjangan.
Menurutnya, peningkatan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana yang telah disepakati dalam rapat sebelumnya harus segera ditindaklanjuti dengan langkah operasional yang jelas. Hal itu mencakup kesiapan personel, sarana dan prasarana, hingga dukungan anggaran bagi instansi yang terlibat.
Sekda juga meminta OPD terkait segera memetakan wilayah terdampak dan menyusun rencana distribusi air bersih secara terukur. Perencanaan tersebut meliputi lokasi sasaran, volume kebutuhan, frekuensi penyaluran, serta pembagian tugas agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.
OPD yang mengalami kendala operasional diminta segera berkoordinasi dan mengusulkan kebutuhan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, pelayanan kebutuhan dasar masyarakat diharapkan tetap berjalan meski menghadapi keterbatasan dukungan operasional.
Selain kekeringan, Andi Syarifuddin mengingatkan seluruh pihak agar tetap mengantisipasi potensi bencana lainnya. Perubahan cuaca dan hujan berintensitas tinggi dapat memicu banjir maupun tanah longsor di sejumlah wilayah.
“Selama kondisi belum normal dan hujan belum turun secara merata, kita perlu tetap waspada. Kesiapsiagaan harus terus diperkuat, baik dalam penanganan kekurangan air bersih maupun dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana lainnya,” tegasnya.
Untuk jangka panjang, Pemkab Barru juga mendorong kajian pembangunan embung atau bendungan sebagai sumber cadangan air yang dapat dimanfaatkan masyarakat saat musim kemarau. Rencana tersebut membutuhkan kajian teknis dan perencanaan anggaran yang matang.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Barru, Umar Sinampe, S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah pesisir barat Sulawesi Selatan, termasuk Barru, diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan pada dasarian pertama Desember.
“Untuk Oktober dan November, wilayah kita masih berpotensi mengalami curah hujan rendah, sekitar 0 sampai 20 milimeter,” jelas Umar.
Kondisi tersebut, kata dia, perlu diantisipasi karena ketersediaan air baku di Kabupaten Barru semakin terbatas. Sebagai langkah jangka pendek, BPBD mendorong penggalakan sumur gali di tujuh kecamatan sebagai salah satu alternatif memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Umar juga menekankan pentingnya menjaga kawasan hutan di wilayah hulu untuk mempertahankan ketersediaan air sekaligus mengurangi risiko bencana. Sementara pembangunan embung atau bendungan dinilai dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang.
Selain persoalan kekeringan, BPBD melaporkan telah melakukan asesmen terhadap 273 rumah yang terdampak angin kencang. Bersama Dinas Sosial, BPBD juga telah menyalurkan bantuan logistik dasar kepada warga terdampak.
Untuk penanganan kerusakan rumah, BPBD berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan instansi terkait dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, ketersediaan anggaran, serta ketentuan yang berlaku.
Rapat tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Barru, perwakilan Dinas PUTR, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Damkar dan Penyelamatan, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan, Dinas Pangan, Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Direktur Utama PDAM, serta para camat se-Kabupaten Barru.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Pemkab Barru mendorong seluruh perangkat daerah dan instansi terkait memperkuat sinergi, memastikan distribusi bantuan tepat sasaran, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan dan potensi bencana lainnya.
(Darman)


