Percepat Eliminasi TBC 2030, Puskesmas Karang Harja Skrining 100 Warga di Sumber Urip
BEKASI (JAWA BARAT), DIMENSITIVINEWS.COM
Puskesmas Karang Harja menggelar kegiatan penelusuran kasus atau *tracing* Tuberkulosis (TBC) terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di halaman Balai Desa Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan eliminasi TBC pada 2030 melalui deteksi dini dan pencegahan penularan di masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menyasar warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, masyarakat yang mengalami batuk lebih dari dua minggu, serta warga umum yang ingin memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Kepala Puskesmas Karang Harja, Heni Ratnengsih, S.Kep., Ners., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini mengintegrasikan penelusuran TBC dengan pemeriksaan kesehatan umum agar masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan kesehatan dalam satu kunjungan.
“Hari ini kami tidak hanya melakukan *tracing* TBC, tetapi juga cek kesehatan gratis. Warga menjalani skrining TBC, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, pemeriksaan kesehatan jiwa, serta mendapatkan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” jelasnya.
Sebanyak 12 tenaga kesehatan diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Tim terdiri atas dokter, perawat, bidan desa, petugas laboratorium, sanitarian, serta kader TBC Desa Sumber Urip. Berdasarkan data pelaksana, sebanyak 100 warga hadir untuk menjalani skrining.
Dari pemeriksaan awal, petugas mengidentifikasi 20 orang yang diduga mengalami TBC atau terindikasi sebagai suspek. Gejala yang ditemukan antara lain batuk berdahak, penurunan berat badan, dan keringat pada malam hari.
Petugas kemudian mengambil sampel dahak untuk diperiksa menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) di Puskesmas Karang Harja. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan diagnosis sehingga penanganan dapat diberikan sesuai hasil pemeriksaan.
Petugas penanggulangan TBC Puskesmas Karang Harja, Ns. Nuralifah, S.Keb., mengatakan warga yang terindikasi akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lanjutan. Jika hasil pemeriksaan mengonfirmasi TBC, pasien akan mendapatkan pengobatan sesuai standar pelayanan kesehatan.
Ia juga mengingatkan bahwa TBC dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan. Selain itu, anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien perlu menjalani penelusuran kontak untuk mengantisipasi penularan.
Sementara itu, kader TBC Desa Sumber Urip, Mimin Mintarsih, S.Keb., DDn., menyebut stigma sosial masih menjadi salah satu tantangan dalam penemuan kasus TBC. Sebagian warga, menurutnya, masih merasa malu atau takut untuk memeriksakan diri ketika mengalami batuk berkepanjangan.
Karena itu, kader terus melakukan pendekatan kepada masyarakat, termasuk melalui kunjungan dari rumah ke rumah, untuk mendorong warga agar tidak ragu memeriksakan kondisi kesehatannya.
“TBC bukan aib. Kami mengajak masyarakat untuk berani memeriksakan diri jika mengalami gejala yang mengarah pada TBC. Alhamdulillah, antusiasme warga dalam kegiatan ini cukup tinggi,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Penjabat (Pj.) Kepala Desa Sumber Urip, Juhri Sahroni, S.E. Ia mengapresiasi langkah Puskesmas Karang Harja yang mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Pemerintah desa, lanjutnya, mendukung upaya penanggulangan TBC, termasuk melalui rencana dukungan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi pasien agar kebutuhan gizinya tetap diperhatikan selama menjalani pengobatan.
Selain skrining TBC, warga juga memperoleh layanan CKG yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, lingkar perut, gula darah, kolesterol, serta konsultasi dokter. Petugas turut memberikan edukasi mengenai etika batuk, kebiasaan mencuci tangan, dan pentingnya ventilasi rumah yang baik untuk mendukung kesehatan lingkungan.
Salah seorang warga, Nurmi (54), warga RT 06 Desa Sumber Urip, mengaku terbantu dengan adanya layanan tersebut. Ia mengatakan pemeriksaan gratis membuat dirinya lebih mudah mengakses layanan kesehatan sekaligus memahami pentingnya pemeriksaan dini.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan makanan tambahan bagi balita serta penguatan komitmen kader untuk aktif melaporkan warga yang menunjukkan gejala mengarah pada TBC di lingkungan masing-masing.
Puskesmas Karang Harja berharap kegiatan penelusuran TBC terintegrasi CKG dapat meningkatkan penemuan kasus dan memperkuat upaya pencegahan penularan di wilayah kerjanya, yang meliputi Desa Sumber Sari, Sumber Reja, Sumber Urip, Karang Harja, dan Karang Segar.
Melalui kolaborasi tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, dan masyarakat, upaya eliminasi TBC diharapkan semakin efektif sehingga warga yang terinfeksi dapat terdeteksi lebih awal dan memperoleh pengobatan yang tepat.
(Agung)


