Notification

×

Iklan

Iklan

Tanam Perdana Jagung JJUH Parent Seed di Nepo, Dorong Kemandirian Petani

10/12/26 | Senin, Oktober 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-12T10:45:38Z

Tanam Perdana Jagung JJUH Parent Seed di Nepo, Dorong Pengembangan Benih dan Kemandirian Petani

BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Upaya mengembangkan perbenihan jagung sekaligus memperkuat kemandirian petani terus dilakukan di Kabupaten Barru. Salah satunya melalui penanaman perdana jagung varietas JJUH parent seed di lahan Kelompok Tani To Nepo, Dusun Mareppang, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan calon benih jagung yang dilaksanakan melalui kerja sama Taiwan International Cooperation and Development Fund (ICDF), Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, dan Pemerintah Kabupaten Barru.

Di Kabupaten Barru, program ini mencakup lahan seluas 10 hektare. Sebanyak 6 hektare berada di lahan Kelompok Tani To Nepo dan 4 hektare lainnya di Kelompok Tani Maccolliloloe, Desa Nepo.

Pelaksanaan program juga mendapat dukungan sarana produksi, antara lain benih sumber, pupuk anorganik, kompos, pestisida, serta berbagai kebutuhan pendukung budidaya.

Penanaman perdana tersebut dihadiri Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., didampingi Asisten Lapangan Program Muhammad Sadar, S.ST., M.P. Hadir pula Bhabinkamtibmas, Babinsa, penyuluh swadaya BPP Mallusetasi, serta anggota Kelompok Tani To Nepo.

Pemkab Barru Dorong Petani Semakin Mandiri

Dalam sambutannya, Ir. Ahmad mengatakan program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara ICDF melalui Mr. Kao Hsiang Tai, Universitas Hasanuddin Makassar, dan Pemerintah Kabupaten Barru dalam mendukung pengembangan calon benih jagung JJUH parent seed.

Menurut Ahmad, Kelompok Tani To Nepo dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan karena memiliki potensi produksi jagung yang didukung ketersediaan sumber air dan akses menuju lahan yang relatif mudah.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Barru menyampaikan terima kasih kepada pihak ICDF melalui Mr. Kao Hsiang Tai dan Universitas Hasanuddin Makassar yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Barru untuk menjadi bagian dari program pengembangan calon benih jagung JJUH parent seed ini,” ujar Ahmad.

Ia menambahkan, program tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah tantangan El Niño. Ketersediaan sumber air di lokasi diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pola tanam dan produktivitas lahan.

Ahmad menegaskan, kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan pada kegiatan budidaya, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani melalui pendampingan secara berkelanjutan.

Pendampingan dilakukan mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga tahapan pascapanen dan akses pemasaran.

“Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap petani semakin terampil dan mandiri dalam mengelola usaha taninya. Dengan demikian, produktivitas lahan dapat ditingkatkan dan kesejahteraan petani dapat diwujudkan,” katanya.

Ia juga mengingatkan kelompok tani pelaksana agar memanfaatkan program tersebut secara optimal, menjaga kekompakan, serta mengikuti setiap tahapan budidaya sesuai arahan dan pendampingan yang diberikan.

“Walaupun saat ini kita menghadapi tantangan El Niño, semangat petani harus tetap terjaga. Kami berharap program ini dikelola dengan baik dan penuh tanggung jawab agar hasilnya maksimal serta memberikan manfaat bagi petani dan pengembangan pertanian di Kabupaten Barru,” tegasnya.

Kelompok Tani To Nepo Sambut Positif

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani To Nepo, Darman, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kelompoknya untuk terlibat dalam program tersebut.

Menurutnya, keterlibatan dalam program pengembangan calon benih jagung menjadi pengalaman berharga bagi petani di Dusun Mareppang, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan budidaya.

“Kami merasa bangga karena Kelompok Tani To Nepo mendapat kepercayaan untuk bekerja sama dalam program yang melibatkan mitra internasional melalui Universitas Hasanuddin Makassar dan ICDF dari Taiwan. Ini kesempatan berharga bagi kami untuk belajar, menambah pengalaman, dan mengembangkan kemampuan di bidang pertanian,” ujar Darman.

Darman mengakui kondisi El Niño menjadi tantangan bagi petani. Namun, ia berharap dukungan pemerintah dan pihak terkait dapat membantu kelompoknya menjalankan seluruh tahapan program dengan baik.

Ia juga mengajak seluruh anggota kelompok untuk menjaga kekompakan dan meningkatkan kerja sama agar program dapat memberikan hasil yang optimal.

“Kami berharap program ini tidak hanya menghasilkan calon benih jagung berkualitas, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi anggota kelompok tani untuk meningkatkan kemampuan dan mendukung kemajuan pertanian ke depan,” tambahnya.

Program pengembangan calon benih jagung JJUH parent seed tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor perbenihan di Kabupaten Barru sekaligus meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani dalam mengelola usaha tani.

(Arfah)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update