Notification

×

Iklan

Iklan

Sekprov Sulsel Pacu Semangat PPPK: Pembuktian Kinerja Dimulai

11/13/25 | Kamis, November 13, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-12T22:45:33Z

Sekprov Sulsel Pacu Semangat PPPK: Pembuktian Kinerja Dimulai
 
Makassar (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, memberikan ceramah umum yang memotivasi kepada lebih dari 900 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2025 gelombang II. Acara yang berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting ini menjadi bagian dari orientasi pengembangan kompetensi bagi 6.728 PPPK formasi tahun 2021-2024 di lingkungan Pemprov Sulsel.
 
Dalam pengarahannya, Jufri Rahman menekankan bahwa pengangkatan sebagai ASN PPPK adalah momentum pembuktian diri, terutama bagi mereka yang sebelumnya berstatus honorer. Ia menegaskan bahwa kualitas kinerja PPPK akan diukur berdasarkan capaian nyata.
 
“Masa orientasi ini adalah kesempatan bagi kita, khususnya Badan Diklat, untuk menanamkan nilai dasar seperti profesionalitas dan melayani dengan ikhlas,” ujar Jufri Rahman, Senin (10/11/2025).
 
Orientasi ini bertujuan membekali PPPK dengan pemahaman sistem pemerintahan, etika kedinasan, disiplin ASN, serta penguatan nilai dasar ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).
 
Jufri juga mengajak para PPPK untuk memahami visi Sulsel, yakni “Sulsel yang Maju dan Berkarakter,” serta menginternalisasi tugas dan fungsi pada unit kerja masing-masing.
 
Para peserta pun memberikan apresiasi atas motivasi yang disampaikan. Yesrianti S.Pd dari SMKN 3 Luwu menyebut ceramah tersebut "sangat bagus," sementara Khaerunnisa dari SMAN 2 Barru menambahkan, "Luar biasa pak, masyaallah, tambah semangat."
 
Harmita S.Pd dari SMKN 7 Selayar, yang menjadi honorer sejak 2013 dan lulus PPPK pada 2023, menceritakan perjuangannya. Meski bertugas di wilayah pedesaan dengan fasilitas terbatas, ia tetap bersyukur dapat menjalankan amanah sebagai ASN.
 
“Sangat bersyukur karena saat umur 35 tahun sudah pasrah apakah akan jadi PNS di umur yang telah lewat, di umur 37 tahun terangkat jadi PPPK. Walau jauh di tempatkan saya tetap bersyukur,” ungkapnya.
 
Nurhayani S.Pd dari SMA Negeri 1 Selayar juga berbagi pengalaman serupa. Sebelumnya menjadi tenaga honorer di SMAN 6 Sinjai, ia kini bertugas di SMAN 1 Kepulauan Selayar.
 
“Alhamdulillah di tempat tugas mengajar, rekan-rekan saya welcome. Terutama Kepsek, beliau sangat mengerti apa yang saya rasakan,” sebutnya.
 
Meski harus berpisah jarak dengan keluarga, Nurhayani tetap berkomitmen mengabdi untuk bangsa dan negara. “Alhamdulillah, bersyukur sekali juga memiliki pendamping yang legowo karena dari awal memang suami saya meridhoi dan sangat mendukung keputusan saya ini. Saya yakin dan percaya bahwa inilah takdir terindah, takdir terbaik yang diberikan Allah Subhana Wa Ta’ala untuk saya,” tuturnya.
 
Kisah-kisah ini menjadi bukti bahwa orientasi PPPK bukan sekadar formalitas, melainkan ruang tumbuh pengalaman, pembentukan karakter, dan ketahanan pribadi bagi ASN.
 
(Arfah Adha Mansyur)


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update