MAKASSAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si. menghadiri penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Badan Pusat Statistik (BPS) RI terkait penyediaan, pemanfaatan, serta pengembangan data dan informasi statistik guna mendukung perencanaan pembangunan daerah.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Jumat (13/3/2026).
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan memperkuat integrasi data statistik antara pemerintah daerah dan BPS, termasuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Menurutnya, ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi menjadi rujukan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah, khususnya pada sektor-sektor yang berkaitan dengan indikator kinerja utama seperti kemiskinan, beban ekonomi, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Penguatan data ini nantinya menjadi rujukan atau kompas dalam pembuatan kebijakan, terutama pada sektor yang berpengaruh terhadap indikator kinerja utama seperti kemiskinan, beban ekonomi, IPM, dan lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sensus ekonomi memiliki peran strategis dalam memetakan kondisi pelaku usaha secara lebih rinci, mulai dari jenis usaha, kebutuhan, hingga potensi yang dimiliki di setiap daerah.
Melalui sensus tersebut, pemerintah juga dapat memetakan dan mengelompokkan kegiatan ekonomi masyarakat secara lebih akurat, termasuk pengembangan komoditas unggulan daerah, seperti rumput laut yang menjadi salah satu potensi ekonomi di beberapa wilayah Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa peran Sulawesi Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional sangat strategis, sehingga membutuhkan dukungan data statistik yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan.
Ia menjelaskan bahwa BPS saat ini terus memperkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang hingga Januari 2026 telah mencakup lebih dari 289 juta data individu dan sekitar 95 juta data keluarga di seluruh Indonesia. Data tersebut dimutakhirkan melalui integrasi data administrasi, survei, serta verifikasi lapangan.
Ke depan, BPS juga akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) untuk memetakan perubahan struktur ekonomi, perkembangan ekonomi digital, serta berbagai aktivitas ekonomi baru sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Kehadiran Bupati Barru dalam kegiatan tersebut, yang turut didampingi Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Kominfo-SP, serta Kabag Perekonomian Setda Barru, menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Barru terhadap penguatan sistem data statistik sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah yang lebih efektif dan terarah.
(Darman)







