Polres Barru–KPH Ajatappareng Siapkan 41 Hektar Lahan Jagung, Perkuat Program Ketahanan Pangan
BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Polres Barru bersama Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Ajatappareng menyiapkan program Fasilitas Agroforestri, Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS) dengan memanfaatkan lahan seluas 41 hektar di kawasan perhutanan sosial, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.
Program ini difokuskan pada pengembangan tanaman jagung oleh kelompok tani hutan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Kabag SDM Polres Barru, Kompol Supriyanto, selaku penanggung jawab program ketahanan pangan, menyatakan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Lahan ini akan dimanfaatkan oleh kelompok tani hutan untuk penanaman jagung guna mendukung swasembada pangan. Kami juga akan melakukan pendampingan agar program berjalan optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan Polres Barru akan melibatkan bhabinkamtibmas, polisi penggerak, serta personel bakomsus pertanian untuk memastikan keberhasilan program di lapangan.
Sementara itu, Kepala UPTD KPH Ajatappareng, Armawati Alwy, menjelaskan bahwa lahan seluas 41 hektar tersebut merupakan lahan yang telah lama dikelola oleh kelompok tani.
“Lahan ini sudah eksisting sebagai lahan jagung, sehingga program FAPE-PS lebih pada penguatan dan optimalisasi pengelolaan yang sudah berjalan,” jelasnya.
Ia menegaskan, dalam pelaksanaan program tidak diperbolehkan adanya penambahan luas lahan di luar kawasan perhutanan sosial yang telah ditetapkan.
“Tidak ada perluasan lahan. Kegiatan tetap berada dalam kawasan yang sudah memiliki izin,” tegasnya.
Pengelolaan lahan tersebut akan tetap dilakukan oleh empat kelompok tani hutan yang selama ini aktif, yakni KTH Mattirodeceng, KTH Sipatup, KTH Mekar, serta LPHD Puncak Lappalaona.
Sebagai langkah awal, Polres Barru bersama KPH Ajatappareng telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi di kawasan perhutanan sosial Kelurahan Lompo Riaja, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Kapolsek Tanete Riaja, Lurah Lompo Riaja, serta perwakilan kelompok tani hutan.
Melalui sinergi ini, diharapkan program FAPE-PS mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
(Syahruddin Cokkas)






