Notification

×

Iklan

Iklan

Takalar Luncurkan Gerakan Assamaturu Bebas TBC, 110 Duta Dikukuhkan untuk Percepat Eliminasi Tuberkulosis

6/18/26 | Kamis, Juni 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-18T13:38:15Z

Takalar Luncurkan Gerakan Assamaturu Bebas TBC, 110 Duta Dikukuhkan untuk Percepat Eliminasi Tuberkulosis

TAKALAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Pemerintah Kabupaten Takalar terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui peluncuran inovasi Assamaturu Bebas TBC (Aksi Sistematis Bebaskan TBC). Program yang digagas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Hj. Nilal Fauziah, M.Kes., ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan target Takalar Bebas TBC Tahun 2030.

Peluncuran program berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Rabu (17/6/2026), yang dirangkaikan dengan pengukuhan 110 Duta Assamaturu Bebas TBC oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi profesi kesehatan, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan, serta berbagai elemen masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Hj. Nilal Fauziah, menjelaskan bahwa Assamaturu merupakan gerakan kolaboratif yang mengedepankan semangat kebersamaan seluruh komponen masyarakat dalam upaya mempercepat eliminasi TBC.

"Assamaturu dalam bahasa Makassar berarti bergerak bersama menuju satu tujuan. Hari ini kita menyatukan langkah dan komitmen untuk mewujudkan Takalar Bebas TBC Tahun 2030," ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, estimasi kasus TBC pada tahun 2025 mencapai 1.247 kasus. Meski capaian penemuan kasus telah mencapai 78 persen dan tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 89 persen, masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini, stigma terhadap penderita TBC, hingga pasien yang tidak menyelesaikan pengobatan secara tuntas.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Program Assamaturu mengusung pendekatan kolaboratif berbasis Heptahelix, yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, tokoh agama, serta tokoh adat.

Sebagai bagian dari implementasi program, Pemerintah Kabupaten Takalar juga meluncurkan Pos TBC Desa yang akan hadir di 110 desa dan kelurahan. Pos tersebut akan berfungsi sebagai pusat edukasi, skrining, pendampingan pasien, serta pelaporan kasus TBC di tingkat masyarakat.

Sementara itu, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye memberikan apresiasi atas lahirnya inovasi Assamaturu Bebas TBC yang dinilai sebagai langkah nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Menurutnya, gerakan tersebut memiliki peran strategis karena melibatkan masyarakat secara langsung dalam upaya pencegahan, penemuan kasus, pendampingan pasien, hingga memastikan keberhasilan pengobatan.

"Ini adalah langkah konkret dalam memerangi TBC di Kabupaten Takalar. Assamaturu berarti kebersamaan dan gotong royong. Dengan semangat itu, kita bergerak bersama untuk menurunkan angka kasus TBC secara signifikan menuju target eliminasi tahun 2030," tegasnya.

Bupati mengungkapkan bahwa jumlah kasus TBC yang tercatat saat ini berpotensi lebih besar dari data yang terlaporkan. Menurutnya, masih ada masyarakat yang enggan memeriksakan diri karena kurangnya pemahaman maupun adanya stigma terhadap penyakit tersebut.

Karena itu, ia meminta para Duta Assamaturu Bebas TBC untuk menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi, melakukan pendataan, mendorong pemeriksaan kesehatan, serta mendampingi pasien hingga tuntas menjalani pengobatan.

"Semakin cepat kasus ditemukan dan ditangani, maka semakin besar peluang untuk memutus rantai penularan. Para duta harus menjadi garda terdepan dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi dan layanan kesehatan yang tepat," katanya.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga sanitasi lingkungan serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan data TBC agar proses identifikasi, pelaporan, pengobatan, dan evaluasi dapat dilakukan secara lebih efektif dan terintegrasi.

Dengan hadirnya inovasi Assamaturu Bebas TBC, Pos TBC Desa, serta dukungan 110 Duta Assamaturu, Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis dapat mempercepat penurunan angka kasus TBC dan mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif, serta bebas TBC pada tahun 2030.

(Muhammad Rizal)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update