GOWA (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Tradisi budaya Tammu Taung Karaeng Palembang kembali digelar dengan khidmat di Dusun Bollangi, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan tahunan yang sarat nilai kearifan lokal tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan warisan budaya leluhur.
Acara dipimpin oleh keluarga besar Baharuddin Daeng Bella bersama istrinya, Mariani Daeng Puji, yang akrab disapa Tetta Bella. Kehadiran mereka disambut hangat masyarakat Desa Bollangngi sebagai simbol eratnya hubungan kekeluargaan dan persaudaraan yang terus terjaga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh masyarakat dan adat, di antaranya Tetta Maro selaku Kepala Dusun Aeng Towa, Tetta Sewang, Daeng Liwang, Hasan Daeng Tarra, Daeng Naba, Bakri Daeng Majja, Bahtiar Daeng Rurung, Bungatia Daeng Bunga, Erni Daeng Nurung, serta warga dari berbagai wilayah.
Dalam tradisi masyarakat Bollangngi, Tammu Taung Karaeng Palembang merupakan agenda tahunan yang menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar keluarga, kerabat, dan masyarakat. Tradisi ini juga menjadi wadah untuk saling memaafkan, memperkuat persatuan, serta membangun komitmen bersama demi kemajuan desa di masa mendatang.
Selain sebagai ajang kebersamaan, kegiatan tersebut memiliki makna penting dalam menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah arus perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Tetta Bella menegaskan bahwa Tammu Taung bukan sekadar tradisi yang dilaksanakan setiap tahun, melainkan bentuk nyata komitmen masyarakat dalam menjaga persatuan dan keharmonisan.
"Di sini kita berkumpul tanpa memandang perbedaan, semata untuk mengukuhkan persaudaraan. Seperti falsafah Siri' na Pacce, kita harus saling membantu, saling melindungi, dan bersama-sama memajukan desa," ujarnya.
Senada dengan itu, Tetta Maro mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan para leluhur terus dipertahankan dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, Tetta Sewang mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkokoh ikatan kekeluargaan.
"Kita berkumpul hari ini untuk merajut kembali ikatan yang mungkin sempat renggang, saling memaafkan segala khilaf, dan menempatkan persaudaraan di atas segalanya. Semangat Karaeng Palembang adalah semangat persatuan yang harus terus kita wariskan kepada anak cucu," pesannya.
Suasana acara berlangsung penuh keakraban di bawah rindangnya pepohonan. Warga saling bersalaman, berbagi cerita, dan menikmati hidangan khas daerah dalam nuansa kekeluargaan yang hangat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur serta harapan agar seluruh masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, kedamaian, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan, sekaligus menjaga kelestarian tradisi Tammu Taung Karaeng Palembang sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Gowa.
(Dirham Sibali)



