Pencarian 3 Hari, Pelajar SMKN Parepare Ditemukan Tewas di Sela Batu Karang Pantai Paputo
"Nelayan menemukan jenazah Muhammad Ikmar saat mencari gabus hanyut di pesisir Lumpue"
Parepare (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com.
Setelah melalui proses pencarian selama tiga hari, pelajar yang diduga tenggelam di Pantai Paputo akhirnya ditemukan tidak bernyawa pada hari Senin sekitar pukul 12.00 WITA. Korban bernama Muhammad Ikmar (18), siswa kelas XII SMKN 2 Parepare.
Jenazah ditemukan tersangkut di celah batu karang kawasan Pantai Paputo, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat. Orang pertama yang menemukan adalah Mustari (51), seorang nelayan yang sedang mencari gabus hanyut untuk pelampung jaringnya.
"Awalnya saya sedang mengitari pesisir mencari gabus, lalu tiba-tiba tercium bau menyengat yang tidak sedap. Saat saya mendekati arah sumber bau, ternyata ada jasad yang terjepit di balik batu karang," ujar Mustari saat diwawancarai usai menemukan korban.
Setelah menemukan jenazah, Mustari segera memberitahu warga sekitar yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan tim SAR.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Polisi, BPBD, dan relawan tiba di lokasi dalam waktu kurang dari satu jam. Proses evakuasi menghadapi tantangan karena medan bebatuan yang kasar dan ombak yang masih cukup tinggi di sekitar area penemuan.
Setelah sekitar satu jam proses evakuasi, jenazah berhasil dikeluarkan dari celah batu karang dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parepare untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penyerahan kepada keluarga.
Kepala Seksi Kesehatan dan Keselamatan BPBD Kota Parepare, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyampaikan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kejadian tenggelam tersebut. "Kami akan bekerja sama dengan keluarga dan pihak berwenang untuk mengklarifikasi seluruh kronologisnya," ujarnya.
(Darman)



