Jalan Rusak Parah, Warga dan Sopir Truk Gotong Royong Perbaiki Secara Manual
BANYUASIN (SUMATERA SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Kerusakan jalan poros desa akibat tingginya curah hujan mendorong warga Desa Jalur Mulya, Kecamatan Muara Sugihan, turun tangan melakukan perbaikan secara swadaya. Bersama sopir dan kenek truk angkutan milik H. Ruslan, mereka bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara manual, Kamis (30/4/2026).
Perbaikan dilakukan di wilayah Blok B, tepatnya RT 003 RW 001. Jalan yang masih berupa tanah dan hanya diperkeras dengan batu koral itu dinilai belum mampu menahan beban kendaraan roda empat, terlebih yang bermuatan berat.
Tokoh masyarakat setempat, Haryanto, mengatakan kondisi tersebut menjadi penyebab utama kerusakan jalan yang kerap terjadi, terutama saat musim hujan.
“Struktur jalan belum memadai untuk dilintasi kendaraan berat. Saat hujan, kondisi semakin parah dan sulit dilalui,” ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan serupa tidak hanya terjadi di Desa Jalur Mulya, tetapi juga dialami oleh 22 desa di wilayah Kecamatan Muara Sugihan. Meski pemerintah desa rutin melakukan perbaikan, kerusakan jalan masih belum tertangani secara optimal.
Menurutnya, keterbatasan anggaran turut menjadi kendala, terutama setelah adanya kebijakan efisiensi melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025 yang berdampak pada pengurangan alokasi Dana Desa.
“Kondisi ini membutuhkan kesadaran bersama, khususnya dari pengguna jalan, agar tidak memaksakan kendaraan bermuatan berat melintas saat kondisi jalan tidak memungkinkan,” tambahnya.
Salah seorang warga berinisial AW mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia menilai kerusakan jalan berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari transportasi hingga akses pendidikan.
“Kalau sudah rusak begini, semua terdampak. Pengendara, pejalan kaki, sampai anak sekolah. Harapan kami, sopir angkutan bisa lebih bijak, terutama saat musim hujan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Jalur Mulya, Haris Sativa, menegaskan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa.
“Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan dan kesadaran semua pihak sangat menentukan kemajuan desa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah desa telah merealisasikan anggaran Dana Desa 2026 untuk peningkatan jalan, berupa penimbunan tanah pada ruas jalan sayap Blok B sepanjang 4 kilometer yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Dengan panjang jalan desa mencapai sekitar 32 kilometer dan mayoritas masih berupa jalan tanah, perbaikan infrastruktur membutuhkan dukungan anggaran yang besar serta kolaborasi semua pihak.
(Yusan)




